Kopi Susu KATY 10 (Travelling Low Budget)

Sabtu (18/11) Kopi Susu KATY kembali hadir dengan tema low budget travelling. Acara dilaksanakan di Kopimates Kafe dan menghadirkan Ratu Pandan Wangi (KATY 2013) atau biasa disapa Mbak Pandan sebagai pembicara. Mbak Pandan yang merupakan mahasiswa Sastra Prancis UGM merupakan satu dari sekian banyak orang yang memiliki hobi travelling. Tidak tanggung-tanggung, Mbak Pandan sudah mengunjungi cukup banyak negara antara lain Malaysia, Singapura, Vietnam, Thailand, Myanmar, Hongkong, dan India.

Berawal dari dorongan sang kakak yang sudah terlebih dahulu memiliki hobi travelling, Mbak Pandan memulai travelling pertamanya ke luar negeri. Saat itu, Mbak Pandan langsung mencoba travelling ke tiga negara sekaligus, yaitu Malaysia, Singapura, dan Vietnam. Dan hebatnya, Mbak Pandan melakukan travelling pertamanya ini sendirian!!! Pengalaman pertama inilah yang menyadarkan Mbak Pandan bahwa ternyata dirinya kuat dan mampu untuk survive di tempat asing dan jauh. Selain itu, Mbak Pandan mulai merasakan beberapa manfaat dari travelling, antara lain bisa menambah teman di perjalanan, membuatnya berani mencoba hal baru, dan bisa dan membuatnya mandiri mempersiapkan banyak hal. Sejak saat itulah Mbak Pandan mulai benar-benar memiliki hobi travelling. Bahkan Mbak Pandan memiliki misi untuk mengunjungi seluruh negara ASEAN.

Biaya bukan alasan

Hal yang menarik dari travelling yang dilakukan oleh Mbak Pandan adalah dia tidak mengeluarkan banyak uang untuk travelling. Yups, Mbak Pandan menerapkan prinsip low budget travelling selama melakukan perjalanan ke berbagai negara. Bagaimana caranya?

Untuk transportasi, Mbak Pandan sering sekali menggunakan tiket promo. Contohnya, saat terbang dari Indonesia ke India Mbak Pandan mendapat tiket promo dengan harga Rp350.000,00 saja. Sedangkan untuk penginapan, Mbak Pandan lebih suka menginap di hostel dengan biaya sekitar Rp150.000,00 – Rp300.000,00 per malam. Tips pertama yang diberikan Mbak Pandan untuk travelling low budget adalah “Lakukan riset sebanyak mungkin”. Cari sebanyak mungkin informasi tentang negara tujuan, transportasi menuju kesana maupun transportasi lokal, penginapan, hingga destinasi wisata. Semakin banyak riset yang kita lakukan, semakin banyak informasi yang bisa kita dapat, sehingga dapat menghemat waktu dan biaya perjalanan.

Untuk masalah makanan, Mbak Pandan tidak lupa mencoba makanan khas yang ada di suatu negara. Misalnya, Mbak Pandan tidak ragu mencoba sate serangga yang dijual di Thailand hingga bumbu masala yang biasa dimakan oleh orang-orang di India. Tips kedua adalah, “Mengoptimalkan makanan yang disediakan di penginapan”. Mbak Pandan mengakui 35% pengeluaran selama travelling digunakan untuk makan. Untuk itu, agar pengeluaran sedikit terkurangi, Mbak Pandan menyarankan untuk memanfaatkan makanan yang disediakan di penginapan, misalnya di waktu sarapan. Selain itu, jika penginapan menyediakan air galon, jangan ragu untuk mengisi botol minum sebanyak mungin untuk memenuhi kebutuhan kita. Cara ini akan sangat terasa manfaatnya jika teman-teman mengunjungi negara yang harga makanannya sangat tinggi seperti Hong Kong.

Kesan di berbagai negara

Berbagai negara yang Mbak Pandan kunjungi tentu memiliki kesan tersendiri bagi Mbak Pandan. Bagi Mbak Pandan, India merupakan negara ter-Aneh yang pernah dia kunjungi. Mulai dari orangnya, kehidupannya, hingga tempatnya aneh bagi Mbak Pandan. Ini terjadi karena budaya di India berbeda jauh dengan budaya di Indonesia. Contohnya saja, orang India masih belum terbiasa dengan kehadiran turis, sehingga Mbak Pandan seringkali ditatap oleh orang-orang saat berada di tempat umum. Selain itu, makanan di India rasanya aneh dan jauh berbeda dengan makanan di Indonesia. Makanan disana rata-rata memiliki rasa sangat pedas. Dan, di berbagai tempat di India terasa sangat ramai apalagi di tempat umum. Mbak Pandan mengaku sempat tidak bisa naik ke kereta api karena penuhnya kereta api di India.

Negara lainnya yang memiliki kesan bagi Mbak Pandan adalah Hong Kong. Mbak Pandan mengunjungi Hong Kong atas saran kakaknya, karena di Hong Kong ada kehidupan dimana orang-orang bekerja seperti robot. Benar saja, menurut cerita Mbak Pandan, di Hong Kong hampir semua orang terlihat sibuk. Bahkan saking sibuknya hampir tidak ada orang yang berjalan santai di jalanan Hong Kong. Semua orang terlihat berjalan cepat bahkan berlari disana. Perjalanan Mbak Pandan ke Hong Kong juga merupakan perjalanan ter-Menderita bagi Mbak Pandan. Karena sata berada di Hong Kong Mbak Pandan sedang dalam keadaan sakit batuk parah dan air mineral yang sangat dibutuhkan saat itu harganya cukup mahal di Hong Kong.

Ternyata, diantara seluruh perjalanannya Mbak Pandan juga sempat mendapat pengalaman mistis saat mengunjungi Malaysia. Karena salah memilih penginapan, saat itu Mbak Pandan mendapat sebuah penginapan yang merupakan bangunan cukup tua dan perabotannya sedikit rusak. Saat malam tiba, Mbak Pandan mengaku sering diganggu oleh makhluk tak kasat mata saat tidur.

Manfaat travelling

Banyak manfaat yang Mbak Pandan rasakan setelah dia memiliki hobi travelling. Menurutnya, travelling bisa membuka pikirannya dari interaksinya dengan banyak orang di tempat baru dan dari berbagai pengalaman yang dia dapatkan disana.  Selain itu bagi Mbak Pandan yang seorang penulis, melalui travelling Mbak Pandan mengaku bisa mendapat banyak inspirasi untuk menulis. Salah satu quotes dari Mbak Pandan adalah “Dari travelling kamu akan menemukan sisi terbaikmu sekaligus sisi terburukmu.” Jadi, jangan ragu untuk mencoba travelling dan keluar dari zona nyamanmu.

Write a comment