THA – Reboisasi 2016

Pada hari Sabtu, 4 Juni 2016, SMAN 1 Yogyakarta mengadakan kegiatan reboisasi di kawasan konservasi Pantai Baros. Kegiatan ini berlangsung selama 2 hari. Sebelum kegiatan di mulai, panitia telah mempersiapkan semuanya dengan matang. Kegiatan reboisasi ini di ikuti oleh 53 peserta yang berasal dari SMA dan SMK di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul. Namun, pada hari H terdapat beberapa peserta yang berhalangan hadir. Pada pukul 15.00 peserta reboisasi mulai berkumpul di SMAN 1 Yogyakarta.

Peserta Reboisasi 2016Dengan didampingi oleh beberapa panitia, pukul 15.30 peserta mulai berangkat menuju kawasan konservasi mangrove Pantai Baros. Setelah kurang lebih 1 jam perjalanan, akhirnya panitia dan peserta sampai di lokasi reboisasi. Setelah sampai, peserta dengan dibantu oleh panitia mulai membangun tenda di tempat yang telah disediakan. Setelah tenda selesai dibangun, peserta diberi waktu untuk melihat-lihat alam sekitar dan menikmati sunset sampai waktu maghrib tiba. Saat adzan maghrib berkumandang, para peserta dan panitia segera menuju ke kantor kesekretariatan Pantai Baros untuk menunaikan ibadah sholat Maghrib berjamaah. Karena terbatasnya tempat, akhirnya sholat Magrib diadakan secara bergiliran. Untuk menunggu waktu Isya’ tiba, beberapa panitia dan peserta saling berkenalan dan bercengkrama. Tak lama kemudian adzan Isya’ berkumandang, para peserta dan panitia mulai menunaikan ibadah sholat Isya’. Setelah sholat Isya’, panitia dan peserta kembali ke lokasi camping. Pada pukul 19.30 acara dibuka.

Acara diawali dengan sambutan oleh ketua umum panitia Reboisasi 2016 dan dilanjutkan dengan berdoa. Setelah pembukaan, para peserta diberikan beberapa informasi mengenai kegiatan ini. Acara dilanjutkan dengan malam keakraban.

Di malam keakraban ini para peserta dan panitia bergabung menjadi satu membentuk lingkaran dengan mengelilingi api unggun. Di malam keakraban ini kami saling berkenalan dengan menyebutkan nama dan asal sekolah secara bergantian. Kami juga saling berbagi cerita mengenai sekolah masing-masing. Saat tengah asik cerita, ada rombongan peserta yang baru datang ke lokasi reboisasi. Rombongan tersebut berasal dari SMAN 1 Yogyakarta. Mereka disambut oleh beberapa panitia dan langsung diarahkan untuk mengikuti rangkaian acara. Malam semakin larut, udara pun semakin dingin. Akhirnya acara pun dilanjutkan dengan bakar jagung dan makan jagung bersama-sama. Setelah kenyang makan jagung, akhirnya kami lanjut ke acara berikutnya yaitu menerbangkan lampion. Sebelum menerbangkan lampion, peserta dibagi menjadi beberapa kelompok. Tiap kelompoknya terdiri dari 2-3 orang. Tiap kelompok akan menerima 1 buah lampion yang akan dinyalakan dan diterbangkan bersama sama. Karena hari sudah mulai larut, para peserta mulai kami arahkan untuk beristirahat di dome masing masing.

Penerbangan Lampion

Malam yang cerah bertabur bintang. Kami pun terlelap dibawah  hamparan bintang diatas gundukan tanah. Seketika dingin menusuk tulang kami. Kami pun terbangun. Adzan memanggil kami untuk bersegera menunaikan shalat subuh. Setelah  shalat subuh, kami kembali ke tempat dimana kami dapat menikmati pemandangan di pinggir laguna. Dewa siang telah muncul dari peraduannya. Kami menikmati indahnya matahari terbit di balik pepohonan yang rimbun. Setelah puas menikmati sunrise, kami makan bersama. Sembari makan kami menyempatkan untuk memancing di pinggir laguna. Alat-alat untuk memancing telah kami persiapkan sebelum berangkat termasuk umpan memancing yang berupa cacing. Akan tetapi, kami tidak mendapatkan seekor ikan. Ketika kami sedang asyik membicarakan sesuatu, tiba-tiba terdengar deburan air. Kami dengan cepat menengok ke sumber suara deburan air tersebut. Ternyata basecamp panitia terkena pasang air laut dari pantai. Tiga hari terakhir memang terjadi pasang yang tinggi di sebagian pantai. Melihat deburan air itu dengan sigap kami segera membereskan barang-barang. Melipat tenda, mengamankan barang-barang berharga, membersihkan tempat dari sampah, serta mencari jalan keluar  menuju ke kesekretariatan yang tidak tergenang air.

Teladan Hiking Asosiation

Perjalanan menuju kesekretariatan tidak kami tempuh dengan mudah. Kami harus melewati genangan air setinggi pinggang orang dewasa sedangkan kami membawa barang-barang yang cukup banyak. Tapi apa daya. Jika kami tidak segera pindah maka mungkin kami akan tenggelam. Akhirnya kami sampai ke kesekretariatan. Sesampai di sana kami meletakkan semua barang bawaan. Setelah itu, kami berkumpul di sebuah tempat untuk mengikuti penyuluhan yang akan disampaikan oleh perwakilan anggota BANGLING SMA Negeri 1 Yogyakarta, yaitu Sulchan Hidayat dan Rizal Luthfan. Mereka akan menyampaikan tema mengenai sampah. Mulai dari pengertian sampah, jenis pembagian sampah, cara menanggulangi sampah yang menumpuk, dan seterusnya. Setelah penyuluhan mengenai sampah,  dilanjutkan penyuluhan mengenai reboisasi. Penyuluhan tersebut disampaikan oleh anggota dari Kelompok Pemuda Pemudi Baros. Kelompok Pemuda Pemudi Baros (KP2B) menyampaikan mengenai jenis tanaman yang digunakan untuk reboisasi, cara menanam bakau, serta jenis-jenis bakau. Penyuluhan tersebut sangat bermanfaat bagi kami.

Tanam Pohon Bakau

Kami bersegera menuju ke lokasi reboisasi. Di sana tinggi air mencapai leher orang dewasa. Kami menanam sebanyak 60 buah bakau. Kami dibantu oleh pemuda Baros. Setelah semua tertanam, kami segera mengeringkan baju kami yang basah. Setelah baju kami sudah agak kering, kami ingin mendokumentasikan momen-momen ini agar dapat kami kenang nantinya. Setelah mengabadikan beberapa pose, kami kembali ke kesekretariatan untuk berganti baju. Akhirnya kami pulang ke rumah masing-masing. Alhamdulillah event reboisasi telah berjalan dengan lancar walaupun ada sedikit hambatan. Banyak evaluasi yang bisa kami ambil dari reboisasi kali ini. Semoga ini bukan terakhir kalinya bagi kita untuk kembali ke tempat ini lagi, kami akan terus manjaga dan merawat tanaman bakau yang kami tanam sampai tanaman tersebut dapat memberikan manfaat bagi kita semua. Sekian singkat cerita dari kami, tetap lestarikan alam dan menjaga lingkungan. #SALAMLESTARI.

 

Write a comment